February 11, 2026

TPID Gorontalo Kendalikan Inflasi di Angka 0,24 Persen, Komoditas Pangan Masih Jadi Pemicu

0
DSC_2393

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo kembali mencatat kinerja positif. Pada November 2025, inflasi bulan ke bulan (month to month/m-to-m) tercatat sebesar 0,24 persen, sementara inflasi tahun ke tahun (year on year/y-on-y) berada di angka 2,21 persen, masih dalam kategori terkendali. Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan dipaparkan dalam High Level Meeting TPID di Hulonthalo Ballroom, Kota Gorontalo, Kamis (4/12/2025). Berdasarkan data BPS, ada sepuluh komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi m-to-m Januari–November 2025, yakni tomat, bawang merah, cabai (rica), kangkung, ikan tude, daging ayam ras, ikan layang, beras, angkutan udara, serta emas perhiasan.

“Alhamdulillah inflasi di Gorontalo selalu terkendali dengan baik. Sepanjang tahun 2025 ini, kerja TPID beberapa kali diapresiasi Kementerian Dalam Negeri. Bahkan sesekali kita berada pada posisi lima sampai enam terbaik secara nasional,” ujar Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memimpin High Level Meeting TPID.

Inflasi bulan November dipengaruhi pergerakan harga pada 11 kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang tertinggi dengan andil 0,20 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok kesehatan; transportasi; informasi dan komunikasi; pendidikan; hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Gubernur menyebut, pola komoditas pemicu inflasi di Gorontalo relatif berulang sehingga bisa dipetakan dengan lebih presisi.

“Kita sudah bisa mendeteksi komoditas yang sering mengganggu inflasi daerah. Yang paling menonjol dan selalu muncul itu tomat, rica, bawang, dan beras. Itu saja,” tegas Gusnar.

High Level Meeting TPID menghasilkan sejumlah rekomendasi jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Di antaranya:

  • mengintensifkan pemantauan harga komoditas pangan bergejolak seperti tomat, bawang merah, cabai, daging dan telur ayam ras;
  • memperkuat Gerakan Pangan Murah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok;
  • memperketat distribusi komoditas penyumbang inflasi keluar daerah sebelum kebutuhan lokal Gorontalo terpenuhi.

TPID Provinsi bersama TPID kabupaten/kota didorong untuk mengeksekusi langkah-langkah tersebut secara terkoordinasi agar stabilitas harga tetap terjaga, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan ketika tekanan inflasi biasanya meningkat.

Bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, capaian inflasi 0,24 persen m-to-m dan 2,21 persen y-on-y menunjukkan bahwa kombinasi kebijakan pasokan, kelancaran distribusi, dan operasi pasar masih bekerja, meski PR di sektor pangan, khususnya komoditas hortikultura, tetap menunggu solusi jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *