February 11, 2026

Dosen FEB UIGU Raih Gelar Doktor, Kembangkan Model Baru yang Menginjeksi Praktik Budaya Langga ke Teori Fraud Hexagon

0
investa news (12)

Gorontalo – Sebuah terobosan akademik lahir dari lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ichsan Gorontalo Utara (FEB UIGU). Salah satu dosennya, Nur Lazimatul Hilma Sholehah, berhasil meraih gelar doktor melalui penelitian yang menghadirkan model baru teori fraud dengan menginjeksikan praktik budaya Langga ke dalam kerangka teori Fraud Hexagon yang selama ini menjadi rujukan utama dalam praktik audit dan pengawasan.

Model yang dikembangkan dalam disertasi ini secara substantif mempertanyakan kecukupan pendekatan teori fraud modern yang selama ini lebih menekankan aspek rasional, struktural, dan sistem pengendalian formal. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kecurangan tidak hanya lahir dari tekanan, peluang, rasionalisasi, dan faktor struktural lainnya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dimensi moral, kesadaran sosial, serta nilai budaya yang hidup dalam masyarakat.

Melalui pendekatan ini, praktik budaya Langga tidak hanya ditempatkan sebagai nilai pendukung, tetapi sebagai elemen yang secara langsung menginjeksikan dimensi etik, sosial, dan kesadaran kolektif ke dalam konstruksi teori fraud modern. Integrasi ini menghasilkan model deteksi fraud kontekstual yang lebih adaptif terhadap realitas sosial Indonesia, khususnya dalam tata kelola sektor publik.

Model ini sekaligus menegaskan bahwa teori fraud yang selama ini diterapkan secara universal tidak selalu mampu membaca kompleksitas perilaku kecurangan dalam konteks sosial budaya tertentu. Dengan masuknya praktik budaya Langga ke dalam konstruksi Fraud Hexagon, pendekatan deteksi fraud bergerak dari sekadar kontrol sistem menuju pemahaman perilaku berbasis nilai.

Keberhasilan akademik ini diuji oleh jajaran penguji yang merupakan akademisi dan pakar di bidangnya, yaitu:

  1.  Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapa, M.Eng; (Ketua Tim Penguji)
  2. Prof. Dr. Abdul Kahar, S.E., M.Si., Ak; ( Sekrtetaris Penguji)
  3. Prof. Dr. Andi Kusumawati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA; (Penguji Eksternal Guru Besar Universitas Hasanuddin)
  4. Dr. Rudy Usman, S.E., MSA., Ak; (Penguji Internal)
  5. Dr. M. Ikbal A., S.E., M.Si., Ak; (Oponen 1)
  6. Dr. Selmita Paranoan, S.E., M.Si., Ak; (Oponen 2)
  7. Prof. Dr. Chalarce Totanan, M.Si., Ak; (Promotor)
  8. Dr. Nina Yusnita Yamin, S.E., M.Si., Ak; (Co -Promotor 1)
  9. Dr. Muhammad Ansar, S.E., MSA., Ak. (Co -Promotor 2)

Nur Lazimatul Hilma Sholehah menyelesaikan pendidikan doktor pada Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Tadulako dengan predikat Cumlaude, meraih IPK 3,99, pada usia 32 tahun, serta menuntaskan masa studi dalam waktu 2 tahun 5 bulan 7 hari.

Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara Dr. Fatmah M. Ngabito, S.Ip.,M.Si menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini dinilai tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga menjadi kontribusi penting dalam pengembangan ilmu akuntansi yang mampu menjembatani teori modern dengan realitas sosial budaya Indonesia.

Ke depan, model deteksi fraud berbasis integrasi praktik budaya dan teori modern ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penguatan tata kelola keuangan sektor publik serta memperkaya perspektif keilmuan akuntansi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *